Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

17 August 2026

Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81, MI NU Miftahul Falah Gelar Upacara dengan Khidmat dan Penuh Semangat

Undaan Tengah, 17 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, keluarga besar MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah melaksanakan upacara bendera pada Senin (17/8/2026). Kegiatan berlangsung di Lapangan Koperasi Desa Merah Putih, sebelah utara Balai Desa Undaan Tengah, dengan penuh semangat, tertib, dan khidmat.

Foto : Dok. Tim IT Miftahul Falah

Upacara diikuti oleh seluruh Pendidi da Tenaga Kependidikan dan semua  murid dari kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 13 rombel. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Ahmad Yunus, S.Pd.I., M.Pd.

Dalam amanatnya, Ahmad Yunus mengajak seluruh murid untuk memaknai kemerdekaan tidak sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai tanggung jawab generasi penerus bangsa untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.

Menurutnya, perjuangan para pahlawan di masa lalu harus diteruskan oleh generasi sekarang melalui pendidikan, akhlak, dan kontribusi positif bagi bangsa.


“Sebagai generasi saat ini, kita harus melanjutkan perjuangan para pendahulu dan para pejuang kemerdekaan. Salah satunya dengan menjadi generasi yang berakhlakul karimah, memiliki akhlak yang baik, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” pesan Ahmad Yunus dalam amanatnya.

Ia juga menyampaikan ungkapan Arab yang sarat makna bagi generasi muda, “Syubbanul yaum rijalul ghod”, yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa anak-anak yang saat ini masih duduk di bangku madrasah merupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah bangsa di masa mendatang. Karena itu, mereka perlu mempersiapkan diri sejak dini dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, karakter, serta akhlak yang baik.


“Anak-anak yang saat ini masih belia, kelak di kemudian hari akan menjadi pemimpin masa mendatang. Karena itu, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya sejak sekarang,” lanjutnya.

Rangkaian upacara berlangsung dengan lancar. Seluruh petugas upacara berasal dari murid-murid MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah. Mereka menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga seluruh rangkaian upacara dapat terlaksana secara lancar, tertib, dan khidmat.

Suasana semakin syahdu ketika doa dipimpin oleh H. Ahmad Halim, S.Pd.I. Dengan khusyuk, seluruh peserta mengikuti doa sebagai ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus memanjatkan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan.

Dimeriahkan Tarian Kolosal dan Musik Biola

Semangat peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tidak berhenti setelah upacara selesai. Keluarga besar MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah juga menyuguhkan berbagai penampilan seni dari para murid.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah tarian kolosal yang merupakan kolaborasi sejumlah tarian daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Penampilan tersebut menjadi gambaran keberagaman budaya Nusantara yang tetap dapat bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tak kalah menarik, penampilan musik biola secara live oleh Ananda Aurora, murid kelas 4A, turut memeriahkan suasana. Dengan kelihaian memainkan biola, Aurora mengiringi lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan oleh dua teman vokalisnya, Wulan dan Cantika.

Perpaduan musik, vokal, dan seni tari tersebut menghadirkan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus sarat pesan pendidikan. Para murid tidak hanya diajak mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga diberikan ruang untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.


Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah pun menjadi momentum untuk menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, keberanian, tanggung jawab, dan akhlakul karimah kepada generasi muda.

Kemerdekaan bukan sekadar warisan yang diterima, tetapi amanah yang harus dijaga dan diisi dengan karya. Dari madrasah, semangat itu terus ditanamkan: belajar, berakhlak, berkarya, dan kelak menjadi generasi penerus bangsa yang mampu melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Baca selengkapnya ...

14 August 2026

Mengenal Kepemimpinan 5G: Memimpin dengan Hati, Bertumbuh untuk Peradaban

 

"Kepemimpinan sejati bukan tentang menjadi yang terhebat,tetapi tentang menghadirkan manfaat, menggerakkan dengan empati,dan meninggalkan jejak kebaikan yang tak lekang oleh waktu."- H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I.

 


Kabarmadrasah.com, Kudus- Menjadi kepala madrasah bukan sekadar mengelola administrasi atau memastikan program kerja berjalan sesuai rencana. Lebih dari itu, seorang pemimpin adalah penggerak perubahan, penumbuh harapan, sekaligus teladan bagi seluruh warga madrasah.

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam materi "5G Leadership: Memimpin dengan Hati, Bertumbuh untuk Peradaban" yang disampaikan Pengawas Madrasah Undaan Kudus, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., pada kegiatan pembinaan kepala MI di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Rabu (5/8/2026).

Melalui konsep 5G Leadership, para kepala madrasah diajak membangun kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada nilai, karakter, dan kebermanfaatan.

1. Grand Why: Memimpin dengan Tujuan yang Mulia

Setiap pemimpin perlu memiliki Grand Why, yaitu alasan besar mengapa ia mengemban amanah kepemimpinan. Tujuan tersebut bukan sekadar mengejar jabatan atau prestasi pribadi, melainkan menghadirkan manfaat bagi murid, guru, dan masyarakat.

Ketika seorang kepala madrasah memahami alasan mengapa ia memimpin, setiap keputusan akan lebih terarah, setiap tantangan akan dihadapi dengan keteguhan, dan setiap keberhasilan akan dimaknai sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

2. Gift: Menjadi Anugerah bagi Orang Lain

Kepemimpinan sejati bukan tentang menerima penghormatan, tetapi tentang memberi manfaat.

Konsep Gift mengajak pemimpin menjadi pribadi yang murah hati dalam berbagi ilmu, perhatian, kesempatan, dan apresiasi. Pemimpin yang baik menciptakan lingkungan kerja yang saling mendukung sehingga setiap guru dan tenaga kependidikan merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkembang.

Madrasah yang hebat lahir dari budaya saling menguatkan, bukan budaya saling menyalahkan.

 

3. Grind: Konsisten dalam Berjuang

Perubahan tidak lahir dari pekerjaan sesaat, tetapi dari ketekunan yang dilakukan setiap hari.

Grind mengajarkan pentingnya kerja keras, disiplin, konsistensi, dan semangat pantang menyerah. Tantangan dalam mengelola madrasah akan selalu ada, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran hingga pengembangan sumber daya manusia. Namun, pemimpin yang tetap teguh melangkah akan mampu membawa organisasinya menuju kemajuan.

 

4. Growth Mindset: Terus Belajar dan Bertumbuh

Dunia pendidikan terus berubah. Karena itu, seorang kepala madrasah harus menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Dengan Growth Mindset, pemimpin tidak takut menerima masukan, berani mengevaluasi diri, serta terbuka terhadap inovasi. Kesalahan dipandang sebagai pelajaran, bukan sebagai kegagalan. Sikap inilah yang akan menumbuhkan budaya belajar di lingkungan madrasah.

5. Great Hope: Menumbuhkan Harapan

Tugas pemimpin bukan hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga menjaga semangat tim.

Great Hope mengingatkan bahwa seorang kepala madrasah harus mampu menghadirkan optimisme di tengah berbagai tantangan. Harapan yang dibangun melalui komunikasi yang baik, keteladanan, dan kepercayaan akan melahirkan energi positif yang menggerakkan seluruh warga madrasah untuk terus maju bersama.

 

Kepemimpinan yang Meninggalkan Jejak

Konsep 5G menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya tampak dari capaian program, tetapi juga dari perubahan positif yang ia tinggalkan.

Guru yang semakin bersemangat mengajar, murid yang tumbuh dengan karakter baik, budaya kerja yang harmonis, serta kepercayaan masyarakat kepada madrasah merupakan warisan yang jauh lebih bernilai daripada sekadar angka-angka dalam laporan administrasi.

Kepemimpinan bukan tentang menjadi yang paling hebat, melainkan tentang menghadirkan kesempatan agar orang lain ikut bertumbuh.


Refleksi Madrasah Leadership

Setiap pemimpin dapat bertanya kepada dirinya sendiri:

  • Apa Grand Why saya dalam memimpin madrasah?
  • Sudahkah saya menjadi Gift bagi orang-orang di sekitar?
  • Apakah saya tetap Grind ketika menghadapi tantangan?
  • Masihkah saya memiliki Growth Mindset untuk terus belajar?
  • Sudahkah saya menumbuhkan Great Hope bagi guru, tenaga kependidikan, murid, dan orang tua?

Mungkin jawaban atas lima pertanyaan itulah yang akan menentukan kualitas kepemimpinan kita di masa depan.

Leadership : Rubrik inspirasi kepemimpinan yang mengulas gagasan, pengalaman, dan praktik  untuk membangun madrasah yang unggul, humanis, dan berdampak.
 

Artikel ini dikembangkan berdasarkan materi "5G Leadership: Memimpin dengan Hati, Bertumbuh untuk Peradaban" yang dipaparkan dalam pembinaan Kepala MI oleh Pengawas Madrasah H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I. Pengembangan narasi bertujuan memperluas pemahaman pembaca dengan tetap mempertahankan substansi utama materi yang ditampilkan pada bahan presentasi.

Baca selengkapnya ...

13 August 2026

Wasmad Undaan ajak guru naik level dalam membuat perangkat pembelajaran dengan berbasis IT

Kudus, Kabar Madrasah — Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Modul Ajar dan Asesmen Sumatif Kelas 3 dan 4, Kamis (13/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung di MI Raudlatut Tholibin Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tersebut diikuti oleh guru kelas 3 dan 4 MI se-Kecamatan Undaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya pendidik dan mutu pendidikan madrasah.

Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H. Supono, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para guru serta dukungan dari madrasah yang menjadi tuan rumah kegiatan.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu guru KKG kelas 3 dan 4. Juga terima kasih kepada MI Raudlatut Tholibin Sambung atas kesediaan menjadi tuan rumah kegiatan. Monggo diniatkan semua ini sebagai ibadah.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan peningkatan kompetensi guru tidak semata-mata menjadi agenda profesional, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengabdian dan ibadah apabila dilaksanakan dengan niat yang baik.


Workshop menghadirkan Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai narasumber 

Fokus kegiatan adalah penyusunan perangkat pembelajaran, khususnya modul ajar dan asesmen sumatif untuk kelas 3 dan 4. Nara sumber mengajak guru-guru Undaan untuk "naik level"  dalam membuat berbagai administrasi dan perangkat pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi IT yang senantiasa berkembang dengan pesat. Para peserta mengikuti kegiatan dengan membawa laptop, perangkat pembelajaran, dan koneksi internet, serta bahan lain yang relevan sebagaimana tercantum dalam undangan resmi KKMI Kecamatan Undaan.

Suasana workshop berlangsung aktif dan kondusif. Para guru menyimak pemaparan narasumber serta mengikuti proses pendampingan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Forum KKG seperti ini juga menjadi ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman ( Take and give), berdiskusi, dan memperkuat praktik pembelajaran di madrasah masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyusunan dokumen perangkat pembelajaran semata. Lebih dari itu, hasil workshop diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan pengalaman belajar murid.

Workshop KKGMI Kelas 3 dan 4 Kecamatan Undaan sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi, peningkatan kompetensi, dan semangat belajar bersama di kalangan guru madrasah. Dengan semangat “diniatkan sebagai ibadah”, kegiatan pengembangan profesional guru diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi murid-murid madrasah.

 


Baca selengkapnya ...

05 August 2026

Tekankan Kepemimpinan dan Kurikulum Berbasis Cinta,Pengawas Madrasah Berikan Pembinaan Kepala MI se-Kecamatan Undaan

 

Kudus – Pengawas Madrasah, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., memberikan pembinaan kepada para Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Undaan dalam kegiatan yang diselenggarakan di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala madrasah dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan pendidikan.


Dalam pembinaannya, H. Noor Yadi menyampaikan beberapa pokok materi yang menjadi fokus pembahasan, meliputi kepemimpinan "5 G", lima kesalahan saat memimpin, refleksi diri, serta informasi kedinasan yang perlu menjadi perhatian seluruh kepala madrasah. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah.

Salah satu bagian penting dalam pembinaan adalah sesi Refleksi Mendalam yang mengangkat tema "Kurikulum Berbasis Cinta: Memulai Perubahan dari Orang Dewasa." Melalui tema tersebut, para kepala madrasah diajak melakukan introspeksi bahwa perubahan budaya belajar di madrasah harus dimulai dari para pendidik dan pemimpin pendidikan sebagai teladan bagi seluruh warga madrasah.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya membangun kepemimpinan yang humanis, kolaboratif, dan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi murid. Refleksi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para kepala madrasah dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan secara efektif di satuan pendidikan masing-masing.

Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh Kepala MI di Kecamatan Undaan semakin siap menghadirkan tata kelola madrasah yang profesional, memperkuat budaya kerja yang positif, serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah menuju layanan yang lebih bermutu dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.

 

Baca selengkapnya ...

28 July 2026

KKGMI Kecamatan Undaan Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan KKTP Guru Kelas 3, 4, dan PJOK

 

Kudus, 28 Juli 2026 – Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kecamatan Undaan menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) bagi guru kelas 3, kelas 4, dan guru PJOK Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan. Kegiatan berlangsung di MI NU Maslakul Falah Glagahwaru, Selasa (28/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB.


Workshop ini menghadirkan Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd. sebagai narasumber. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas, sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah.

Dalam pemaparannya, para narasumber memberikan penguatan mengenai penyusunan modul ajar, alur tujuan pembelajaran, KKTP, serta administrasi pembelajaran yang efektif, praktis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas proses belajar murid.

Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan pentingnya perangkat pembelajaran yang disusun secara matang sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Beliau memaparkan 6 hal yang menjadi persiapan guru di awal tahun ajaran 2026/2027 : 1) Mempelajari alender Pendidian (Kaldik), 2) Menyusun administrasi guru, 3) Mempelajari Capaian Pembeajaran (CP), 4) Menyiapan Modu Ajar, 5) Menyiapkan Asesmen Awal, 6) Menata Lingunga Kelas

"Perangkat pembelajaran bukan sekadar kelengkapan administrasi, tetapi merupakan panduan utama bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang terarah, bermakna, dan berpihak kepada murid. Oleh karena itu, setiap guru perlu menyusunnya dengan cermat sesuai karakteristik madrasah dan kebutuhan belajar murid," ujar H. Noor Yadi.

Dan di akhir pemaparan, H.Noor Yadi mengulas akan Panca Cinta dalam Kurikulum Merdeka


Sementara itu, Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa penyusunan KKTP harus benar-benar menggambarkan ketercapaian tujuan pembelajaran yang dapat diukur secara jelas.

"KKTP harus disusun secara sederhana, jelas, dan terukur agar mampu menjadi acuan guru dalam melakukan asesmen sekaligus memberikan umpan balik terhadap perkembangan belajar murid," jelas Istifaizah.

Dengan berdasarkan Tujuan Pemelajaran yang telah dibuat sebelumnya, Kalender Pendidikan yang teah dikeluakan oleh lembaga, peserta worshop diajak mengebangan KKTP dan menganalisis Minggu Efektif , Minggu Tidak Efektif, JTM tiap mapel.


Ketua KKGMI Kecamatan Undaan, H. Supono, S.Pd.I., M.Pd.I., berharap kegiatan ini mampu meningkatkan profesionalisme guru sekaligus menyamakan persepsi dalam penyusunan administrasi pembelajaran di seluruh Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan.

Melalui workshop ini, para peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga melakukan praktik penyusunan perangkat pembelajaran secara langsung dengan pendampingan narasumber. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat diterapkan di masing-masing madrasah sehingga proses pembelajaran menjadi semakin berkualitas, efektif, dan berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kecamatan Undaan

 

Baca selengkapnya ...

09 July 2026

Perkuat Profesionalisme Guru Sambut Tahun Ajaran 2026/2027, KKMI Undaan Gelar Bimtek Penyusunan Administrasi Pembelajaran

 

Kudus – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Administrasi Pembelajaran Guru Terintegrasi KBC sebagai langkah strategis mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di RM Wetan Tanggul Medini, Undaan, Kamis (9/7/2026), dan diikuti oleh perwakilan guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan.

H.Noor Yadi saat memberikan materi

Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat KKMI Kecamatan Undaan yang menekankan pentingnya penyusunan administrasi pembelajaran secara terpadu, selaras dengan implementasi kurikulum, serta mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di madrasah.

Selain dihadiri oleh Pengawas Madrasah Keccamatan Undaan, juga para pengurus KKMI ikut hadir,  dan setiap madrasah mengirimkan empat orang guru yang mewakili Fase A, Fase B, Fase C, dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh penguatan materi, tetapi juga menyusun perangkat pembelajaran secara langsung dengan pendampingan narasumber  H. Noor Yadi, S.Pd.I.,M.Pd.I dan fasilitator Ibu Istifaizah, M.Pd.I

Antusiasme peserta Bimtek

Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H.Supono, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi forum kolaboratif bagi guru untuk menyamakan persepsi sekaligus menghasilkan administrasi pembelajaran yang berkualitas, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesamaan pemahaman dalam penyusunan administrasi pembelajaran sehingga setiap guru memiliki perangkat yang berkualitas, mudah diimplementasikan, dan mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik," ujarnya.

Suasana bimtek berlangsung interaktif. Para peserta membawa perangkat komputer jinjing masing-masing untuk menyusun dokumen pembelajaran secara mandiri. Diskusi antarguru pun berlangsung dinamis tentang Capaian Pembelajaran (CP) dan  penyusunan tujuan pembelajaran(TP) , ATP, hingga penyesuaian perangkat dengan karakteristik peserta didik di masing-masing madrasah.

Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas komitmen KKMI dalam meningkatkan kompetensi guru melalui forum berbagi praktik baik dan kolaborasi profesional.

"Administrasi pembelajaran bukan sekadar kelengkapan dokumen, melainkan instrumen yang menjadi pedoman guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara sistematis. Saya mengapresiasi KKMI Kecamatan Undaan yang terus menghadirkan ruang kolaborasi seperti ini agar kualitas pembelajaran di madrasah semakin baik dan berdampak nyata terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik," tutur Noor Yadi.

Ia juga mengingatkan agar seluruh perangkat pembelajaran yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan benar-benar menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas sehingga mampu menghadirkan proses belajar yang aktif, efektif, dan berpusat pada peserta didik.

Melalui kegiatan ini, KKMI Kecamatan Undaan berharap seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah semakin siap menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027 dengan perangkat pembelajaran yang lebih terstruktur, adaptif, dan berkualitas. Semangat kolaborasi yang dibangun dalam forum tersebut diharapkan menjadi budaya kerja bersama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, profesional, dan responsif terhadap perkembangan  zaman

 

 

Baca selengkapnya ...

25 May 2026

Aktivasi IKD, guru RA dan MI Undaan antusias sukseskan program

Aktivasi IKD untuk GTK RA dan MI Kecamatan Undaan Sukses Dilaksanakan

Undaan, 25 Mei 2026 — Kegiatan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi Kepala RA/MI, guru, serta tenaga kependidikan se-Kecamatan Undaan telah sukses dilaksanakan pada Senin pagi bertempat di Gedung MWC NU Undaan, Desa Undaan Lor, Kudus. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Kelompok Kerja Raudlotul Athfal (KKRA) Kecamatan Undaan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kudus.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan sistem jemput bola dari petugas Disdukcapil Kabupaten Kudus guna mempermudah proses aktivasi IKD bagi para peserta. Sejak pagi, para guru dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti tahapan registrasi dan aktivasi digital kependudukan melalui smartphone masing-masing.

Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan sebagaimana kebijakan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H.Supono , S.Pd.I.M.Pd.I menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan aktivasi IKD berjalan lancar dan mendapat respon positif dari bapak ibu guru maupun tenaga kependidikan. Ini merupakan langkah penting dalam mendukung pelayanan administrasi yang lebih modern, cepat, dan efisien,” ujar beliau.

Sementara itu, pihak Disdukcapil Kabupaten Kudus juga berharap agar aktivasi IKD dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya tenaga pendidik di lingkungan madrasah.

Dengan IKD, masyarakat tidak perlu lagi selalu membawa dokumen fisik karena identitas kependudukan sudah dapat diakses secara digital melalui telepon genggam. Diharapkan para pendidik bisa menjadi contoh dalam pemanfaatan layanan digital pemerintah


Ketua KKRA Kecamatan Undaan Titik Aminati, S.Pd turut menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan dengan tertib.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan yang telah hadir serta mendukung suksesnya kegiatan ini. Semoga aktivasi IKD ini memberikan manfaat besar dalam pelayanan administrasi ke depan,” tuturnya.

Hadir dan mengarahkan juga ,pengawas pendidikan madrasah Undaan, H. Nor Yadi, S.Pd.I,M.Pd.I dalam pelaksanaan aktivasi IKD tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan hingga seluruh proses aktivasi selesai dilaksanakan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan transformasi layanan digital kependudukan di lingkungan madrasah Kecamatan Undaan dapat semakin optimal dan mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.


Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com