Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

02 April 2025

Hakikat kemenangan Idul fitri

 Hakikat kemenangan Idul Fitri memiliki beragam makna menurut perspektif ulama, budaya, dan pandangan lainnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Pandangan Ulama

Dalam Islam, kemenangan Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam:

Imam Al-Ghazali: Menyatakan bahwa Idul Fitri adalah kemenangan bagi mereka yang berhasil membersihkan hati dan jiwa selama Ramadan. Mereka yang berpuasa dengan ikhlas dan meningkatkan ketakwaan layak mendapatkan "fitrah" atau kesucian kembali.


Ibnu Rajab Al-Hanbali: Mengaitkan Idul Fitri dengan kembalinya manusia kepada keadaan suci, sebagaimana bayi yang baru lahir, setelah menjalani ibadah puasa dan memperbanyak amal ibadah.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi: Menekankan bahwa kemenangan Idul Fitri adalah tercapainya peningkatan kualitas keimanan, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah, bukan sekadar kebahagiaan lahiriah.

2. Pandangan Budaya

Dalam berbagai budaya Muslim, Idul Fitri dimaknai sebagai momentum kebersamaan dan keharmonisan sosial:

Di Indonesia, Idul Fitri disebut juga "Lebaran" yang identik dengan tradisi mudik, halal bihalal, dan saling memaafkan. Kemenangan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga keberhasilan menjaga hubungan sosial.

Di Timur Tengah, perayaan Idul Fitri lebih sederhana dengan berkumpul bersama keluarga, berbagi makanan, dan mempererat persaudaraan.

Di Afrika dan Asia Selatan, ada tradisi berbagi dengan kaum fakir miskin sebagai bentuk kemenangan dalam menumbuhkan kepedulian sosial.

3. Pandangan Filosofis dan Sosial

Dari perspektif sosial dan filosofis, Idul Fitri mencerminkan beberapa hal:

Kemenangan atas hawa nafsu: Sebulan penuh umat Muslim dilatih untuk mengendalikan diri, dan Idul Fitri menjadi simbol keberhasilan dalam menaklukkan godaan duniawi.

Kesetaraan sosial: Puasa mengajarkan empati kepada kaum miskin, sehingga Idul Fitri menjadi ajang berbagi melalui zakat fitrah.

Pembaruan diri: Idul Fitri adalah awal yang baru untuk memperbaiki kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Dengan demikian, hakikat kemenangan Idul Fitri bukan sekadar kebahagiaan sesaat, tetapi sebuah pencapaian spiritual, sosial, dan moral yang lebih mendalam.


www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

01 April 2025

Perubahan dan Perbedaan cara berlebaran dulu dan sekarang

  

Lebaran tahun 2025 telah tiba, semua umat muslim merayakannya dengan suka cita. Berbagai kebutuhan dan kegiatan untuk merayakan lebaran telah diagendakan, tak peduli golongan social ekonomi kelas bawah sampai kelas atas semua merayakan dengan porsi kemampuan masing-masing.

Dalam tulisan ini, saya mencoba mengutarakan berdasarkan perjalanan waktu, mulai usia ndolornya  (mumayyiz) kami dalam merayakan lebaran bersama orag tua sampai kini sudah menjadi tua begitu banyak perubahan budaya dalam perayaan Lebaran dari era 1980-an hingga zaman sekarang , yang tentu mencerminkan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang signifikan.


Apa saja perubahan yang ada ? menurut pengamatan kami, ( tentu beda orang beda hasil pengamatan he he )  ada beberapa aspek perbedaannya:

1. Persiapan Menjelang Lebaran

  • Era 80-an: Persiapan Lebaran lebih mengandalkan tradisi turun-temurun, seperti membuat kue sendiri (nastar, kastengel, rengginang, keciput, tumpi / kembang goyang, jumputan, krupuk puli), menjahit baju baru di tukang jahit, peci hitam yang sudah merah disemirkan, ada uga yang tidak mampu beli baju baru bisa beli baju bagoran ( baju bekas layak pakai) serta membersihkan rumah secara gotong royong, mengecat dinding rumah dengan kapur( enjet), mencuci semua perkakas meja kursi, dan jendela
  • Zaman Sekarang: Kue dan makanan Lebaran lebih sering dibeli dari toko offline atau online dengan aneka macam variasi dan jenis makanan yang modern dan kekinian.  Baju Lebaran cenderung dibeli dari merek terkenal atau marketplace, dan mungkin mayoritas anak-anak muda sekarang beli kebutuhanya lewat toko online.  Kebersihan rumah lebih sering mengandalkan jasa kebersihan. Juga perbaikan rumah dan pengecatan  tentu mengikuti trend kekinian

2. Mudik Lebaran

  • Era 80-an: Mudik dilakukan dengan kendaraan umum seperti bus dan kereta api dengan kondisi seadanya. Tidak ada sistem tiket online, sehingga calon pemudik harus antre berjam-jam untuk membeli tiket. Dan bisa jadi ada yang sampai ke kampung halaman itu sudah lebaran hari pertma atau kedua ( telat dech…)
  • Zaman Sekarang: Tiket bisa dibeli secara online jauh-jauh hari, transportasi lebih nyaman dengan adanya pesawat, kereta cepat, dan jalan tol yang lebih baik. Mobil pribadi juga semakin banyak digunakan untuk mudik. Dan bahkan sekarang ada yang difasilitasi dengan adanya mudik gratis oleh perusahaan atau pemerintah setempat.

3Budaya takbir keliling

a. Era 1980-an: Kesederhanaan dan Kebersamaan Tradisional

  • Takbir keliling dilakukan secara sederhana dengan berjalan kaki beramai-ramai, biasanya oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua.
  • Menggunakan obor dari bambu dan kaleng sebagai penerangan, serta kentongan kayu untuk menambah semarak suasana.
  • Alat musik pengiring terbatas, biasanya hanya bedug masjid atau rebana.
  • Tidak ada sistem pengamanan khusus, hanya dikawal oleh tokoh masyarakat atau pemuda setempat.
  • Semua peserta dengan khidmat melantunkan takbir dengan dikomando oleh seseorang

   b. Era 1990-an: Kreativitas Mulai Muncul

  • Selain berjalan kaki, mulai ada peserta yang menggunakan sepeda dan gerobak untuk membawa bedug.
  • Takbir keliling semakin meriah dengan berbagai bentuk lampion atau replika masjid, ka’bah, dan simbol-simbol Islam yang dibuat dari bambu dan kertas warna-warni.
  • Penggunaan sound system sederhana mulai muncul, biasanya dengan pengeras suara dari masjid atau mobil bak terbuka.
  • Masih kental dengan suasana kebersamaan tanpa kompetisi antar kelompok atau wilayah.

c. Era 2000-an: Modernisasi dan Tantangan Regulasi

  • Takbir keliling semakin meriah dengan penggunaan kendaraan bermotor, seperti truk, pick-up, dan motor yang dihias dengan lampu dan dekorasi unik.
  • Sound system lebih canggih, bahkan ada yang membawa generator listrik untuk mendukung alat musik modern seperti keyboard dan drum elektrik., Juga ada kecenderungan menyewa sound horeg dari daerah lain
  • Muncul kompetisi takbir keliling yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau organisasi masyarakat, menambah daya tarik perayaan.
  • Di beberapa daerah, takbir keliling mulai dikurangi atau dibatasi karena alasan keamanan, seperti kemacetan, tawuran antar kelompok, atau penggunaan petasan yang berlebihan.

 

4. Silaturahmi dan Bermaaf-maafan

  • Era 80-an: Silaturahmi dilakukan secara langsung dengan mengunjungi sanak saudara, tetangga, dan kerabat jauh. Anak-anak berkeliling  jalan kaki atau bersepeda onthel dari rumah ke rumah untuk bersalaman dan mendapatkan angpau. Tak peduli jarak rumah, bahkan satu kampung dua kampung full mereka kunjungi satu persatu tanpa peduli rasa lelah dan malu demi memburu kata maaf. Kekerabatan dan keakraban keluarga sangat erat karena dalam silaturrahim tersebut oleh yang lebih tua memperkenalkan ( nggenahke, ndunungke) anggota keluarga masing-masing

  • Zaman Sekarang: Silaturahmi masih dilakukan secara langsung, tetapi teknologi memungkinkan komunikasi melalui video call dan pesan digital, terutama bagi yang tidak bisa mudik. Ucapan Lebaran juga lebih banyak dikirim melalui media social dengan kecanggihan berbagai fitur aplikasi yang ada di HP Android.

5. Pemberian Angpau atau THR

  • Era 80-an: Anak-anak mendapatkan uang Lebaran dari orang tua dan kerabat dalam bentuk uang kertas baru dalam nominal kecil.
  • Zaman Sekarang: Uang Lebaran bisa diberikan dalam nominal lebih besar (dikemas dalam amplop lebaran khusus ) bahkan ada yang menggunakan dompet digital atau transfer bank.

6. Menu Lebaran

  • Era 80-an: Hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng kentang dibuat dengan bahan tradisional dan dimasak bersama-sama dalam keluarga , di dapur dengan bahan bakar kayu
  • Zaman Sekarang: Masih ada yang memasak sendiri, tetapi banyak juga yang memilih membeli makanan siap saji atau pesan catering.

7. Hiburan dan Aktivitas Lebaran

  • Era 80-an: Hiburan setelah Lebaran lebih banyak diisi dengan permainan tradisional, nonton film di televisi bersama keluarga, atau menghadiri acara hiburan lokal.
  • Zaman Sekarang: Media sosial, YouTube, dan platform streaming menjadi hiburan utama. Banyak orang juga memanfaatkan momen Lebaran untuk jalan-jalan ke tempat wisata atau berfoto untuk diunggah ke media sosial.

Meskipun esensi Lebaran sebagai momen kebersamaan dan silaturahmi tetap ada, cara masyarakat merayakannya telah berubah seiring perkembangan zaman. Teknologi, ekonomi, dan gaya hidup modern telah mengubah tradisi menjadi lebih praktis dan efisien, tetapi semangat kebersamaan tetap menjadi inti perayaan.

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

31 March 2025

Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan adakan sholat Idul Fitri dengan tertib dan khusuk

 



Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Desa Sambung, Undaan, Kudus, tahun 1446 H dipusatkan di Masjid Baitul Muttaqin, Senin 31 Maret 2025. Sholat dimulai pada pukul 06.20 WIB dengan suasana khusyuk dan tertib. Bertindak sebagai imam dalam sholat Idul Fitri adalah K. Ahmad Jazuli, sedangkan khutbah disampaikan oleh K. Sulhadi, S.Pd.I.


Dalam khutbahnya, K. Sulhadi, S.Pd.I. menekankan bahwa hari ini merupakan hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh berjuang menahan diri dalam berpuasa. Selain itu, malam hari selama bulan Ramadhan juga diisi dengan ibadah qiyamullail untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.



Setelah rangkaian sholat Idul Fitri selesai, pihak takmir masjid membacakan pengumuman mengenai jariyah yang masuk pada malam takbiran hingga pagi hari Idul Fitri, dengan akumulasi sebagai berikut:

1. Jariyah: Rp.42.618.000,-

2. Infak kotak amal: Rp22.806.000,- 

Total: Rp.65.424.000,

Kegiatan selanjutnya adalah mushafahah (saling bersalaman) yang dilakukan secara bergantian dan berurutan. Jamaah laki-laki melaksanakan mushafahah di dalam masjid, sementara jamaah perempuan melakukannya di tempat yang telah disediakan dengan iringan kalimat istighfar 

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh KH. Ali Muntaha (Ketua Ta'mir Masjid) dil


Demikianlah rangkaian kegiatan Sholat Idul Fitri di Desa Sambung tahun 1446 H, yang berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan.


Baca selengkapnya ...

26 March 2025

Contoh Kalimat Permintaan Maaf Saat Lebaran kepada Guru atau Orang Tua

 

Lebaran adalah momen istimewa untuk mempererat silaturahim dan memohon maaf atas segala kesalahan. Permintaan maaf bisa disampaikan secara pribadi maupun dalam rombongan. Berikut adalah contoh kalimat yang dapat digunakan:

1. Permintaan Maaf Secara Pribadi

Saat mengunjungi orang tua, guru, atau orang yang lebih tua, penting untuk memilih waktu yang tepat untuk sungkem. Jangan mengganggu jika mereka sedang bercakap-cakap. Setelah waktunya dirasa tepat, dapat menggunakan salah satu kalimat berikut:

1.  "Bapak/Ibu/Paman/Om/Tante, saya menghaturkan Minal Aidin Wal Faizin, segala khilaf dan salah mohon dimaafkan lahir dan batin."


2.  "Minal A'idin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin."

3.  "Taqobbalallahu minna wa minkum, sugeng riyadi. Sedoyo kelepatan lahir lan batin nyuwun agungipun pengapunten."

Dengan menyampaikan kalimat-kalimat ini dengan penuh ketulusan, silaturahim akan semakin erat, dan suasana Lebaran akan semakin penuh makna.

2. Permintaan Maaf Secara Rombongan

Jika mengunjungi guru atau tokoh masyarakat dalam rombongan, sebaiknya ada satu perwakilan yang menyampaikan permohonan maaf. Hal ini agar guru dapat menjawab secara umum, lebih hemat waktu, dan tetap menjaga adab. Berikut contoh susunan permohonan maaf secara rombongan dalam bahasa jawa:



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kepareng matur, kami mewakili siswa-siswi kelas [sebutkan kelas] dari Madrasah/Sekolah [sebutkan nama sekolah] menghaturkan kepada Bapak/Ibu:

1️ Ngaturaken sugeng riyadi, Minal Aidin wal Faizin.
2️
Nyuwun ngapunten sedoyo salah, khilaf, ingkang dipun sengaja utawi mboten.
3️
Nyuwun barokah do'anipun, mugi-mugi kawulo sak rombongan anggenipun belajar/bebinahu pinaringan gampang faham, lancar, hasil ilmu ingkang manfaat, lan pinaringan berkah dados putro-putri ingkang sholih sholihah.

Mekaten atur kawulo, mugi-mugi Allah paring berkah lan keselamatan dumateng kita sedaya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Dengan menyampaikan permohonan maaf dan doa bersama ini, semoga hubungan dengan guru dan orang-orang yang lebih tua semakin erat, serta membawa keberkahan dalam menuntut ilmu dan kehidupan sehari-hari.

Selamat Hari Raya Idul Fitri!

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

Tuntunan Siswa-Siswi dalam Bersilaturahim Lebaran

 

Lebaran menjadi momen yang penuh berkah dan kebahagiaan. Salah satu tradisi yang tak terpisahkan adalah silaturahim ke rumah guru, saudara, atau tokoh masyarakat. Namun, agar perjalanan silaturahim berjalan lancar dan tetap menjaga adab, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama dalam hal keselamatan dan etika bertamu.


Perjalanan Menuju Rumah Guru

Bagi siswa-siswi yang bepergian secara rombongan menggunakan bus atau mobil, penting untuk:
Duduk dengan rapi dan teratur, agar perjalanan lebih nyaman dan aman.
Menghindari bercanda berlebihan, baik dalam perkataan maupun tindakan, karena dapat mengganggu konsentrasi pengemudi dan berisiko menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, bagi yang menggunakan sepeda motor, perlu lebih berhati-hati karena:
⚠️ Volume kendaraan saat Lebaran sangat padat, sehingga risiko kecelakaan meningkat.
⚠️ Jalan raya dua arah sering menjadi titik rawan tabrakan.
⚠️ Kondisi jalan yang mungkin rusak dan budaya sebagian masyarakat yang gemar ngebut semakin meningkatkan risiko.

⚠️ Bagi para cewek/perempuan, hati-hati dengan pakaian yang panjang dan beresiko masuk ke rantai atau roda belakang sepeda motor

Oleh karena itu, keselamatan adalah nomor satu! Pastikan berkendara dengan hati-hati, patuhi rambu lalu lintas, dan gunakan perlengkapan keselamatan seperti helm yang standar.


Adab Bertamu ke Rumah Guru

Setelah sampai di rumah guru, siswa-siswi perlu memahami tata cara dan adab bertamu agar tetap menjaga kehormatan diri serta almamater sekolah atau madrasah. Berikut adalah beberapa tuntunan dalam bersilaturahim:

1.  Turun dari kendaraan dengan rapi, jangan berdesakan atau terburu-buru, juga jangan banyak bicara keras.

2.  Salah satu perwakilan, seperti ketua kelas atau pimpinan regu, mengucapkan salam sebagai tanda sopan santun.

3.  Masuk dengan tertib setelah dipersilakan, berjabat tangan, dan duduk dengan tenang. Jika salam sudah diucapkan tiga kali namun tidak ada jawaban, maka bisa kembali di lain waktu.

4.  Makan dan minum hidangan dengan adab: Ambillah secukupnya, jangan berlebihan. Jika air minum dalam kemasan, habiskan atau tidak usah minum jika merasa tidak akan menghabiskannya.

5.  Sampaikan permohonan maaf dengan perwakilan yang bersuara jelas dan fasih, agar maksud baik dapat tersampaikan dengan baik.

6.  Dengarkan dengan seksama nasehat dan pesan dari guru, jangan malah ramai sendiri. Saat guru berbicara, hentikan aktivitas makan minum dan rapikan tempat duduk. Jangan lupa membuang sampah pada tempatnya agar tetap menjaga kebersihan.

7.  Saat hendak pamit, ketua rombongan harus meminta izin dan berjabat tangan dengan rapi, sebagai tanda penghormatan kepada tuan rumah.

Dengan memahami dan menerapkan adab bertamu yang baik, kita tidak hanya menjaga nama baik sekolah atau madrasah, tetapi juga membangun kebiasaan baik yang akan terus terbawa hingga dewasa. Semoga silaturahim Lebaran kita penuh berkah dan semakin mempererat hubungan dengan guru serta sesama.

Selamat bersilaturahim dan selamat Hari Raya!

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

19 March 2025

Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus Gelar Peringatan Nuzulul Qur'an dengan Santunan Yatama dan Dhuafa

 

Pada Selasa, 18 Maret 2025 / 18 Ramadhan 1446 H, Masjid Baitul Muttaqin, yang terletak di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menggelar peringatan Nuzulul Qur'an dengan serangkaian kegiatan penuh berkah. Acara ini meliputi santunan bagi yatama dan dhuafa serta buka puasa bersama, yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung di serambi Masjid Baitul Muttaqin dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarak


at, termasuk Pemerintah Desa Sambung beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggotanya, serta para ketua RT dan RW se-Desa Sambung. Selain itu, turut hadir pula Nadhir Masjid, Takmir Masjid beserta pengurusnya, serta anak-anak yatama yang menjadi penerima manfaat dalam acara ini. Dari unsur Nahdlatul Ulama (NU), berbagai badan otonom desa Sambung juga turut serta dalam kegiatan yang penuh makna ini.

Acara diawali dengan tahtiman Al-Qur'an 30 juz, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah singkat yang menggugah semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada yatama dan dhuafa yang telah dikumpulkan dari berbagai donatur. Total dana yang berhasil dihimpun dalam acara ini mencapai Rp 36.694.000,-. Dana tersebut disalurkan kepada mereka yang berhak menerima, sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang dari masyarakat Desa Sambung.

Setelah prosesi santunan selesai, para hadirin bersama-sama melaksanakan buka puasa bersama yang telah disediakan oleh panitia. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan nilai-nilai Islam yang penuh dengan kasih sayang dan kebersamaan.


Acara kemudian diakhiri dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh K. Ainur Rofiq. Dalam pesannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan baik seperti ini dapat terus dikembangkan untuk melengkapi berbagai kebaikan yang ada di bulan Ramadhan tahun ini.

Peringatan Nuzulul Qur'an ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati turunnya Al-Qur’an, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian sosial masyarakat terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama.

 

Baca selengkapnya ...

08 February 2025

Peringati Haul ke-32 simbah KH. Abdur Rohim, keluarga ajak teladani perjuangan beliau

 

Pada hari ini, Jumat, 7 Februari 2025, keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (TPQ,Madin,MI) Miftahul Falah Undaan Tengah menghadiri peringatan haul ke-32 pendiri madrasah, almarhum KH. Abdur Rohim. Acara ini diselenggarakan oleh keluarga besar simbah KH. Abdur Rohim yang diselenggarakan di kediaman K. Rozi Rohim ( putra almarhum), yang berlokasi di Gang 11 Undaan Tengah Kudus.

 


KH. Abdur Rohim adalah tokoh yang berperan penting dalam pendirian Madrasah Miftahul Falah pada tahun 1958. Beliau bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, seperti Bapak Drs. Malihan yang menjabat sebagai kepala madrasah pertama, mendirikan lembaga pendidikan Islam berhaluan Ahlussunnah Waljamaah di Desa Undaan Tengah. Awalnya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di Masjid Al-Mujahidin, Gang 11, sebelum akhirnya dipindahkan ke lokasi yang lebih luas di Gang 7 atau 8, atas kesepakatan dan gotong royong masyarakat setempat.

 


Haul ini merupakan momen penting bagi keluarga besar ( anak, cucu, cicit ), juga keluarga besar madrasah baik  MI, Madin maupun TPQ Miftahul Falah dan masyarakat Undaan Tengah untuk mengenang jasa-jasa KH. Abdur Rohim dalam mendirikan dan mengembangkan madrasah. Melalui peringatan ini, diharapkan semangat dan dedikasi beliau dalam memajukan pendidikan Islam dapat terus menginspirasi generasi penerus

 

Acara haul ke-32 ini diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti Khotmil Qur’an, pembacaan tahlil, doa bersama, dan sambutan keluarga. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para keluarga, alumni, guru, para santri beliau dan masyarakat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.


Dalam sambutan atas nama keluarga yang diwakili H. Anshori, beliau sampaikan secara simple tentang maksud kegiatan haul tersebut, diantaranya adalah meneladani jejak perjuangan KH. Abdur Rohim semasa hidupnya , terutama anak cucu beliau dan semua masyarakat. 

Diantara jasa dan perjuangan KH. Abdur Rohim adalah :

1. Berjuang untuk kemerdekaan, hal ini dibuktikan dengan diterimanya bintang jasa dan tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia 

2. Berjuang untuk agama sebagai ulama 

Beliau termasuk kyai dan ulama kharismatik yang mengajarkan agama islam, yang santri-santrinya terbukti menyebar di berbagai daerah

3. Berjuang untuk pendidikan kemadrasahan

Berdirnya  MWB  ( Madrasah Wajib Belajar )  di rumah beliau saat itu merupakan embrio awal berdirinya lembaga-lembaga pendidikan yang saat ini ada di Undaan Tengah.

Usai acara ceremonial di rumah K. Rozi Rohim, kemudian dilanjutkan ziarah ke makam KH. Abdur Rohim di maqbaroh muslim desa Undaan Tengah, oleh semua keluarga

 

Semoga dengan peringatan haul ini, tercatat sebagai amal kebaikan birrul walidain bagi anak cucu dan keluarga, serta  amal ibadah almarhum KH. Abdur Rohim diterima di sisi Allah SWT, dan semoga madrasah Miftahul Falah secara umum, baik TPQ,Madin maupun MI dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi pendidikan Islam di Indonesia.

 


www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

Biografi Kyai Rif'an, guru ngaji Alqur'an dengan sanad al-muqri' simbah KH. Arwani Kudus


Bapak K. Rif’an adalah seorang Kyai di Desa Undaan Tengah Undaan Kudus, pernah nyantri , menimba ilmu di bawah asuhan KH, Arwani, seorang ulama besar dan Muqri’ tersohor di Kudus.

Dengan penuh keikhlasan, beliau mengabdikan hidupnya sebagai guru ngaji Alqur’an dan kitab-kitab salafiyah  kepada anak-anak, remaja dan pemuda di rumah tinggalnya di desa Undaan Tengah gang 08.

 


       Masa kecil dan Pendidikan

Bapak K. Rif’an biasa disapa dengan Mbah Rif atau Yi Rif. lahir di Kudus pada tanggal 1 Januari 1960, Beliau tinggal di Desa Undaan Tengah Undaan Kudus dan meninggal dunia pada tahun 2012 bertepatan pada bulan Ramadhan 1433 Hijriyah 

 

Silsilah Bapak  K. Rif’an

Mbah Rif adalah putra terakhir dari Mbah Syahir dan Mbah Marsiyah dari 7 bersaudara. Beliau sudah di tinggal wafat kedua orang tuanya sebelum menikah. Beliau menikah dengan Ibu Hummayyah putri terakhir dari mbah H. Raden Ma’sum (masih keturunan dengan mbah Sunan Kudus) dan mbah Hj. Siti Muawanah dari 6 bersaudara.

Mbah rif mempunyai 6 anak diantaranya 5 perempuan dan 1 laki-laki. Dan memiliki 5 cucu.

 

Pendidikan Bapak K. Rif’an

Riwayat pendidikan beliau secara berurutan baik formal maupun non formal dapat diuraikan sebagai berikut :

1.      Tingkat Dasar : MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah

2.    Tingkat Menengah : MTs Nahdlatul Muslimin Undaan Kidul dan Madrasah Diniyyah Kradenan Kudus

3.      Pondok Pesantren : Mbah Arwani Kudus, Mbah Hisyam Kudus. Mbah Hambali Kudus dll. Beliau di Pesantren untuk memperdalam ilmu Al qur’an dan Kitab. 

C    Prestasi dan Kontribusi

Mbah Rif merupakan guru ngaji Al qur’an dan ngaji kitab. Beliau mengajar ngaji dirumahnya. Santri beliau tidak hanya dari desa Undaan Tengah sendiri melainkan dari tetangga-tetangga desa yang datang ke rumahnya.

Beliau juga mengajar di Madrasah Diniyyah Miftahul Falah Undaan Tengah. Selain mengajarkan Alqur’an dengan tartil, beliau juga ngaji kitab untuk kalangan dewasa dan orang tua  pada malam hari mulai pukul 22.00 WIB dan yang al qur’an mulai jam 16.00 WIB.

Adapun kegiatan beliau selain di rumah, beliau juga melayani ummat melalui Majlisan diantaranya  :

-       Manaqib

-       Waqiahan

-    Melestarikan budaya Baca Alquran melalui Jamiyah Tadarrus Alqur'an Watartilihi yang di selenggarakan dari mushola ke musholla se-Undaan Tengah

  Tantangan dan Kesulitan

·       Kondisi masarakat saat itu yang baca Alquran-nya belum sesuai kaidah dan standart oleh para guru / masyayikh  ahli quran yang mempunyai sanad

·         Tidak semua masyarakat mau mengikuti belajar Alquran , yang dianggap sangat sulit sebagaimana yang diajarakn oleh para guru dan masyayikh alqur’an yang bersanad

 E.   Pengaruh dan warisan

Pengaruh :

·     Beliau sangat disegani dan dihormati serta diikuti sebagai seorang tokoh , ulama’ atau kyai yang sangat teliti dan hati-hati dalam pengamalam ubudiyah  syariat islam

·      Beliau dianggap seorang ulama kyai yang sangat wiro’i (hati-hati dalam hukum agama ) di kalangan masyarakat desa Undaan Tengah

·      Terwujudnya masyarakat Undaan Tengah dan sekitarnya yang gemar mengaji dan belajar Alqur’an, sehingga menjadi motivasi terwujudnya Taman  Pendidikan  Alqur’an (TPQ) yang ada di Undaan Tengah

 Warisan  

Warisan berharga dari beliau berupa nasehat dan pesan yang disampaikan untuk anak- anak dan santri-santrinya. Diantaranya adalah sebagai berikut :

1.       Jangan pernah tinggalkan sholat

2.      Bacalah al qur’an setiap hari walau satu ayat

3.      Jaga kebersihan dari berbagai najis terutama ketika sedang sholat     

Dengan perjuangan dan pengabdian beliau di dalam mengembangkan baca Alqur’an yang benar sesuai yang diajarkan para guru dan masyayikh yang bersanad Alqur’an, berhasil mencetak ratusan bahkan ribuan santri atau generasi Alqur’an yang bersanad, baik di masyarakat desa Undaan Tengah khususnya, maupun di desa-desa sekitar

Demikian tulisan ini dibuat sebagai bentuk penghormatan dan ikhtiar untuk meneladani apa yang telah diajarkan, apa yang telah dirintis, dan apa yang telah dipesankan oleh Bapak K. Rif’an. Kami menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala kritik dan saran perbaikan senantiasa kami harapkan, dan seiring berjalannya waktu, kami juga berniat akan melengkapi karya ini sesuai dengan testimoni dan pengalaman para santri, yang pada karya ini belum kami sampaikan.

Untuk beliau Bapak Kyai Rif’an, lahul faatihah…


www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com