Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

02 April 2025

Hakikat kemenangan Idul fitri

 Hakikat kemenangan Idul Fitri memiliki beragam makna menurut perspektif ulama, budaya, dan pandangan lainnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Pandangan Ulama

Dalam Islam, kemenangan Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam:

Imam Al-Ghazali: Menyatakan bahwa Idul Fitri adalah kemenangan bagi mereka yang berhasil membersihkan hati dan jiwa selama Ramadan. Mereka yang berpuasa dengan ikhlas dan meningkatkan ketakwaan layak mendapatkan "fitrah" atau kesucian kembali.


Ibnu Rajab Al-Hanbali: Mengaitkan Idul Fitri dengan kembalinya manusia kepada keadaan suci, sebagaimana bayi yang baru lahir, setelah menjalani ibadah puasa dan memperbanyak amal ibadah.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi: Menekankan bahwa kemenangan Idul Fitri adalah tercapainya peningkatan kualitas keimanan, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah, bukan sekadar kebahagiaan lahiriah.

2. Pandangan Budaya

Dalam berbagai budaya Muslim, Idul Fitri dimaknai sebagai momentum kebersamaan dan keharmonisan sosial:

Di Indonesia, Idul Fitri disebut juga "Lebaran" yang identik dengan tradisi mudik, halal bihalal, dan saling memaafkan. Kemenangan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga keberhasilan menjaga hubungan sosial.

Di Timur Tengah, perayaan Idul Fitri lebih sederhana dengan berkumpul bersama keluarga, berbagi makanan, dan mempererat persaudaraan.

Di Afrika dan Asia Selatan, ada tradisi berbagi dengan kaum fakir miskin sebagai bentuk kemenangan dalam menumbuhkan kepedulian sosial.

3. Pandangan Filosofis dan Sosial

Dari perspektif sosial dan filosofis, Idul Fitri mencerminkan beberapa hal:

Kemenangan atas hawa nafsu: Sebulan penuh umat Muslim dilatih untuk mengendalikan diri, dan Idul Fitri menjadi simbol keberhasilan dalam menaklukkan godaan duniawi.

Kesetaraan sosial: Puasa mengajarkan empati kepada kaum miskin, sehingga Idul Fitri menjadi ajang berbagi melalui zakat fitrah.

Pembaruan diri: Idul Fitri adalah awal yang baru untuk memperbaiki kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Dengan demikian, hakikat kemenangan Idul Fitri bukan sekadar kebahagiaan sesaat, tetapi sebuah pencapaian spiritual, sosial, dan moral yang lebih mendalam.


www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

01 April 2025

Perubahan dan Perbedaan cara berlebaran dulu dan sekarang

  

Lebaran tahun 2025 telah tiba, semua umat muslim merayakannya dengan suka cita. Berbagai kebutuhan dan kegiatan untuk merayakan lebaran telah diagendakan, tak peduli golongan social ekonomi kelas bawah sampai kelas atas semua merayakan dengan porsi kemampuan masing-masing.

Dalam tulisan ini, saya mencoba mengutarakan berdasarkan perjalanan waktu, mulai usia ndolornya  (mumayyiz) kami dalam merayakan lebaran bersama orag tua sampai kini sudah menjadi tua begitu banyak perubahan budaya dalam perayaan Lebaran dari era 1980-an hingga zaman sekarang , yang tentu mencerminkan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang signifikan.


Apa saja perubahan yang ada ? menurut pengamatan kami, ( tentu beda orang beda hasil pengamatan he he )  ada beberapa aspek perbedaannya:

1. Persiapan Menjelang Lebaran

  • Era 80-an: Persiapan Lebaran lebih mengandalkan tradisi turun-temurun, seperti membuat kue sendiri (nastar, kastengel, rengginang, keciput, tumpi / kembang goyang, jumputan, krupuk puli), menjahit baju baru di tukang jahit, peci hitam yang sudah merah disemirkan, ada uga yang tidak mampu beli baju baru bisa beli baju bagoran ( baju bekas layak pakai) serta membersihkan rumah secara gotong royong, mengecat dinding rumah dengan kapur( enjet), mencuci semua perkakas meja kursi, dan jendela
  • Zaman Sekarang: Kue dan makanan Lebaran lebih sering dibeli dari toko offline atau online dengan aneka macam variasi dan jenis makanan yang modern dan kekinian.  Baju Lebaran cenderung dibeli dari merek terkenal atau marketplace, dan mungkin mayoritas anak-anak muda sekarang beli kebutuhanya lewat toko online.  Kebersihan rumah lebih sering mengandalkan jasa kebersihan. Juga perbaikan rumah dan pengecatan  tentu mengikuti trend kekinian

2. Mudik Lebaran

  • Era 80-an: Mudik dilakukan dengan kendaraan umum seperti bus dan kereta api dengan kondisi seadanya. Tidak ada sistem tiket online, sehingga calon pemudik harus antre berjam-jam untuk membeli tiket. Dan bisa jadi ada yang sampai ke kampung halaman itu sudah lebaran hari pertma atau kedua ( telat dech…)
  • Zaman Sekarang: Tiket bisa dibeli secara online jauh-jauh hari, transportasi lebih nyaman dengan adanya pesawat, kereta cepat, dan jalan tol yang lebih baik. Mobil pribadi juga semakin banyak digunakan untuk mudik. Dan bahkan sekarang ada yang difasilitasi dengan adanya mudik gratis oleh perusahaan atau pemerintah setempat.

3Budaya takbir keliling

a. Era 1980-an: Kesederhanaan dan Kebersamaan Tradisional

  • Takbir keliling dilakukan secara sederhana dengan berjalan kaki beramai-ramai, biasanya oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua.
  • Menggunakan obor dari bambu dan kaleng sebagai penerangan, serta kentongan kayu untuk menambah semarak suasana.
  • Alat musik pengiring terbatas, biasanya hanya bedug masjid atau rebana.
  • Tidak ada sistem pengamanan khusus, hanya dikawal oleh tokoh masyarakat atau pemuda setempat.
  • Semua peserta dengan khidmat melantunkan takbir dengan dikomando oleh seseorang

   b. Era 1990-an: Kreativitas Mulai Muncul

  • Selain berjalan kaki, mulai ada peserta yang menggunakan sepeda dan gerobak untuk membawa bedug.
  • Takbir keliling semakin meriah dengan berbagai bentuk lampion atau replika masjid, ka’bah, dan simbol-simbol Islam yang dibuat dari bambu dan kertas warna-warni.
  • Penggunaan sound system sederhana mulai muncul, biasanya dengan pengeras suara dari masjid atau mobil bak terbuka.
  • Masih kental dengan suasana kebersamaan tanpa kompetisi antar kelompok atau wilayah.

c. Era 2000-an: Modernisasi dan Tantangan Regulasi

  • Takbir keliling semakin meriah dengan penggunaan kendaraan bermotor, seperti truk, pick-up, dan motor yang dihias dengan lampu dan dekorasi unik.
  • Sound system lebih canggih, bahkan ada yang membawa generator listrik untuk mendukung alat musik modern seperti keyboard dan drum elektrik., Juga ada kecenderungan menyewa sound horeg dari daerah lain
  • Muncul kompetisi takbir keliling yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau organisasi masyarakat, menambah daya tarik perayaan.
  • Di beberapa daerah, takbir keliling mulai dikurangi atau dibatasi karena alasan keamanan, seperti kemacetan, tawuran antar kelompok, atau penggunaan petasan yang berlebihan.

 

4. Silaturahmi dan Bermaaf-maafan

  • Era 80-an: Silaturahmi dilakukan secara langsung dengan mengunjungi sanak saudara, tetangga, dan kerabat jauh. Anak-anak berkeliling  jalan kaki atau bersepeda onthel dari rumah ke rumah untuk bersalaman dan mendapatkan angpau. Tak peduli jarak rumah, bahkan satu kampung dua kampung full mereka kunjungi satu persatu tanpa peduli rasa lelah dan malu demi memburu kata maaf. Kekerabatan dan keakraban keluarga sangat erat karena dalam silaturrahim tersebut oleh yang lebih tua memperkenalkan ( nggenahke, ndunungke) anggota keluarga masing-masing

  • Zaman Sekarang: Silaturahmi masih dilakukan secara langsung, tetapi teknologi memungkinkan komunikasi melalui video call dan pesan digital, terutama bagi yang tidak bisa mudik. Ucapan Lebaran juga lebih banyak dikirim melalui media social dengan kecanggihan berbagai fitur aplikasi yang ada di HP Android.

5. Pemberian Angpau atau THR

  • Era 80-an: Anak-anak mendapatkan uang Lebaran dari orang tua dan kerabat dalam bentuk uang kertas baru dalam nominal kecil.
  • Zaman Sekarang: Uang Lebaran bisa diberikan dalam nominal lebih besar (dikemas dalam amplop lebaran khusus ) bahkan ada yang menggunakan dompet digital atau transfer bank.

6. Menu Lebaran

  • Era 80-an: Hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng kentang dibuat dengan bahan tradisional dan dimasak bersama-sama dalam keluarga , di dapur dengan bahan bakar kayu
  • Zaman Sekarang: Masih ada yang memasak sendiri, tetapi banyak juga yang memilih membeli makanan siap saji atau pesan catering.

7. Hiburan dan Aktivitas Lebaran

  • Era 80-an: Hiburan setelah Lebaran lebih banyak diisi dengan permainan tradisional, nonton film di televisi bersama keluarga, atau menghadiri acara hiburan lokal.
  • Zaman Sekarang: Media sosial, YouTube, dan platform streaming menjadi hiburan utama. Banyak orang juga memanfaatkan momen Lebaran untuk jalan-jalan ke tempat wisata atau berfoto untuk diunggah ke media sosial.

Meskipun esensi Lebaran sebagai momen kebersamaan dan silaturahmi tetap ada, cara masyarakat merayakannya telah berubah seiring perkembangan zaman. Teknologi, ekonomi, dan gaya hidup modern telah mengubah tradisi menjadi lebih praktis dan efisien, tetapi semangat kebersamaan tetap menjadi inti perayaan.

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

31 March 2025

Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan adakan sholat Idul Fitri dengan tertib dan khusuk

 



Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Desa Sambung, Undaan, Kudus, tahun 1446 H dipusatkan di Masjid Baitul Muttaqin, Senin 31 Maret 2025. Sholat dimulai pada pukul 06.20 WIB dengan suasana khusyuk dan tertib. Bertindak sebagai imam dalam sholat Idul Fitri adalah K. Ahmad Jazuli, sedangkan khutbah disampaikan oleh K. Sulhadi, S.Pd.I.


Dalam khutbahnya, K. Sulhadi, S.Pd.I. menekankan bahwa hari ini merupakan hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh berjuang menahan diri dalam berpuasa. Selain itu, malam hari selama bulan Ramadhan juga diisi dengan ibadah qiyamullail untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.



Setelah rangkaian sholat Idul Fitri selesai, pihak takmir masjid membacakan pengumuman mengenai jariyah yang masuk pada malam takbiran hingga pagi hari Idul Fitri, dengan akumulasi sebagai berikut:

1. Jariyah: Rp.42.618.000,-

2. Infak kotak amal: Rp22.806.000,- 

Total: Rp.65.424.000,

Kegiatan selanjutnya adalah mushafahah (saling bersalaman) yang dilakukan secara bergantian dan berurutan. Jamaah laki-laki melaksanakan mushafahah di dalam masjid, sementara jamaah perempuan melakukannya di tempat yang telah disediakan dengan iringan kalimat istighfar 

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh KH. Ali Muntaha (Ketua Ta'mir Masjid) dil


Demikianlah rangkaian kegiatan Sholat Idul Fitri di Desa Sambung tahun 1446 H, yang berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan.


Baca selengkapnya ...

26 March 2025

Contoh Kalimat Permintaan Maaf Saat Lebaran kepada Guru atau Orang Tua

 

Lebaran adalah momen istimewa untuk mempererat silaturahim dan memohon maaf atas segala kesalahan. Permintaan maaf bisa disampaikan secara pribadi maupun dalam rombongan. Berikut adalah contoh kalimat yang dapat digunakan:

1. Permintaan Maaf Secara Pribadi

Saat mengunjungi orang tua, guru, atau orang yang lebih tua, penting untuk memilih waktu yang tepat untuk sungkem. Jangan mengganggu jika mereka sedang bercakap-cakap. Setelah waktunya dirasa tepat, dapat menggunakan salah satu kalimat berikut:

1.  "Bapak/Ibu/Paman/Om/Tante, saya menghaturkan Minal Aidin Wal Faizin, segala khilaf dan salah mohon dimaafkan lahir dan batin."


2.  "Minal A'idin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin."

3.  "Taqobbalallahu minna wa minkum, sugeng riyadi. Sedoyo kelepatan lahir lan batin nyuwun agungipun pengapunten."

Dengan menyampaikan kalimat-kalimat ini dengan penuh ketulusan, silaturahim akan semakin erat, dan suasana Lebaran akan semakin penuh makna.

2. Permintaan Maaf Secara Rombongan

Jika mengunjungi guru atau tokoh masyarakat dalam rombongan, sebaiknya ada satu perwakilan yang menyampaikan permohonan maaf. Hal ini agar guru dapat menjawab secara umum, lebih hemat waktu, dan tetap menjaga adab. Berikut contoh susunan permohonan maaf secara rombongan dalam bahasa jawa:



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kepareng matur, kami mewakili siswa-siswi kelas [sebutkan kelas] dari Madrasah/Sekolah [sebutkan nama sekolah] menghaturkan kepada Bapak/Ibu:

1️ Ngaturaken sugeng riyadi, Minal Aidin wal Faizin.
2️
Nyuwun ngapunten sedoyo salah, khilaf, ingkang dipun sengaja utawi mboten.
3️
Nyuwun barokah do'anipun, mugi-mugi kawulo sak rombongan anggenipun belajar/bebinahu pinaringan gampang faham, lancar, hasil ilmu ingkang manfaat, lan pinaringan berkah dados putro-putri ingkang sholih sholihah.

Mekaten atur kawulo, mugi-mugi Allah paring berkah lan keselamatan dumateng kita sedaya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Dengan menyampaikan permohonan maaf dan doa bersama ini, semoga hubungan dengan guru dan orang-orang yang lebih tua semakin erat, serta membawa keberkahan dalam menuntut ilmu dan kehidupan sehari-hari.

Selamat Hari Raya Idul Fitri!

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

Tuntunan Siswa-Siswi dalam Bersilaturahim Lebaran

 

Lebaran menjadi momen yang penuh berkah dan kebahagiaan. Salah satu tradisi yang tak terpisahkan adalah silaturahim ke rumah guru, saudara, atau tokoh masyarakat. Namun, agar perjalanan silaturahim berjalan lancar dan tetap menjaga adab, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama dalam hal keselamatan dan etika bertamu.


Perjalanan Menuju Rumah Guru

Bagi siswa-siswi yang bepergian secara rombongan menggunakan bus atau mobil, penting untuk:
Duduk dengan rapi dan teratur, agar perjalanan lebih nyaman dan aman.
Menghindari bercanda berlebihan, baik dalam perkataan maupun tindakan, karena dapat mengganggu konsentrasi pengemudi dan berisiko menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, bagi yang menggunakan sepeda motor, perlu lebih berhati-hati karena:
⚠️ Volume kendaraan saat Lebaran sangat padat, sehingga risiko kecelakaan meningkat.
⚠️ Jalan raya dua arah sering menjadi titik rawan tabrakan.
⚠️ Kondisi jalan yang mungkin rusak dan budaya sebagian masyarakat yang gemar ngebut semakin meningkatkan risiko.

⚠️ Bagi para cewek/perempuan, hati-hati dengan pakaian yang panjang dan beresiko masuk ke rantai atau roda belakang sepeda motor

Oleh karena itu, keselamatan adalah nomor satu! Pastikan berkendara dengan hati-hati, patuhi rambu lalu lintas, dan gunakan perlengkapan keselamatan seperti helm yang standar.


Adab Bertamu ke Rumah Guru

Setelah sampai di rumah guru, siswa-siswi perlu memahami tata cara dan adab bertamu agar tetap menjaga kehormatan diri serta almamater sekolah atau madrasah. Berikut adalah beberapa tuntunan dalam bersilaturahim:

1.  Turun dari kendaraan dengan rapi, jangan berdesakan atau terburu-buru, juga jangan banyak bicara keras.

2.  Salah satu perwakilan, seperti ketua kelas atau pimpinan regu, mengucapkan salam sebagai tanda sopan santun.

3.  Masuk dengan tertib setelah dipersilakan, berjabat tangan, dan duduk dengan tenang. Jika salam sudah diucapkan tiga kali namun tidak ada jawaban, maka bisa kembali di lain waktu.

4.  Makan dan minum hidangan dengan adab: Ambillah secukupnya, jangan berlebihan. Jika air minum dalam kemasan, habiskan atau tidak usah minum jika merasa tidak akan menghabiskannya.

5.  Sampaikan permohonan maaf dengan perwakilan yang bersuara jelas dan fasih, agar maksud baik dapat tersampaikan dengan baik.

6.  Dengarkan dengan seksama nasehat dan pesan dari guru, jangan malah ramai sendiri. Saat guru berbicara, hentikan aktivitas makan minum dan rapikan tempat duduk. Jangan lupa membuang sampah pada tempatnya agar tetap menjaga kebersihan.

7.  Saat hendak pamit, ketua rombongan harus meminta izin dan berjabat tangan dengan rapi, sebagai tanda penghormatan kepada tuan rumah.

Dengan memahami dan menerapkan adab bertamu yang baik, kita tidak hanya menjaga nama baik sekolah atau madrasah, tetapi juga membangun kebiasaan baik yang akan terus terbawa hingga dewasa. Semoga silaturahim Lebaran kita penuh berkah dan semakin mempererat hubungan dengan guru serta sesama.

Selamat bersilaturahim dan selamat Hari Raya!

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

23 March 2025

LPNU Kudus adakan Bazar Sembako Murah, Santunan, dan Buka Puasa Bersama Meriahkan Ramadan

 

Kudus, 23 Maret 2025 — Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Cabang bekerja sama dengan LPNU Anak Cabang sukses menggelar acara "Bazar Sembako Murah, Santunan, dan Buka Puasa Bersama" di dua lokasi, yakni Kecamatan Undaan dan Dawe, Desa Kuwukan.

 


Acara ini turut didukung oleh para dermawan dan pelaku usaha lokal, seperti Tahu Azzahra milik Haji Dodik serta Minyak Kita dari Haji Nor Ali. Sebanyak 600 paket sembako dibagikan di Undaan, dan 300 paket sembako di Dawe, Desa Kuwukan, disambut dengan antusiasme tinggi dari warga setempat.

 

Acara dibuka langsung oleh Ketua MWC NU Undaan, K. Syafi'i Nafi, didampingi perwakilan LPNU Cabang Kudus, Habib Ali Subkhi. Kegiatan dimulai dengan bazar sembako murah, dilanjutkan dengan pembagian takjil dan santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim, yang kemudian ditutup dengan buka puasa bersama.

 


Dalam sambutannya, K. Syafi'i Nafi menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak serta semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat.

 

"Kegiatan ini bukan sekadar berbagi sembako, tapi juga wujud nyata kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di bulan yang penuh berkah ini. Semoga membawa manfaat dan keberkahan untuk kita semua," ujar beliau.

 


Di sela-sela sambutan, Habib Ali Subkhi, pengurus LPNU Kudus yang juga Wakil Ketua MWC NU Undaan, menyampaikan rencana besar LPNU ke depan, yakni mendirikan NU Grosir.

 

"InsyaAllah, ke depan kami berencana mendirikan NU Grosir. Tujuannya untuk memperkuat perekonomian warga Nahdliyin dan memudahkan akses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau," ungkapnya.

 

Salah satu warga Undaan, Bu Siti, mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya.

 

"Alhamdulillah, sembako murah ini sangat membantu kami. Apalagi ada santunan untuk anak-anak. Semoga acara seperti ini terus berlanjut," tuturnya.

 

Antusiasme warga terlihat sejak pagi, mereka berbondong-bondong hadir, baik untuk mendapatkan paket sembako murah maupun mengikuti rangkaian kegiatan hingga buka puasa bersama.

 

Ketua Panitia, H. Ahmad Ridwan, turut menambahkan bahwa acara ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama.

 


"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meringankan beban warga, tapi juga menumbuhkan semangat berbagi dan mempererat silaturahmi. Ramadan adalah momen terbaik untuk saling peduli, dan kami ingin semangat ini terus berlanjut di luar bulan suci," ujarnya.

 

Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut, menjadi inspirasi bagi yang lain, serta semakin memperkuat solidaritas dan kepedulian antar sesama.

 

"Bersama kita kuat, berbagi kita hebat."

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

19 March 2025

Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus Gelar Peringatan Nuzulul Qur'an dengan Santunan Yatama dan Dhuafa

 

Pada Selasa, 18 Maret 2025 / 18 Ramadhan 1446 H, Masjid Baitul Muttaqin, yang terletak di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menggelar peringatan Nuzulul Qur'an dengan serangkaian kegiatan penuh berkah. Acara ini meliputi santunan bagi yatama dan dhuafa serta buka puasa bersama, yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung di serambi Masjid Baitul Muttaqin dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarak


at, termasuk Pemerintah Desa Sambung beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggotanya, serta para ketua RT dan RW se-Desa Sambung. Selain itu, turut hadir pula Nadhir Masjid, Takmir Masjid beserta pengurusnya, serta anak-anak yatama yang menjadi penerima manfaat dalam acara ini. Dari unsur Nahdlatul Ulama (NU), berbagai badan otonom desa Sambung juga turut serta dalam kegiatan yang penuh makna ini.

Acara diawali dengan tahtiman Al-Qur'an 30 juz, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah singkat yang menggugah semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada yatama dan dhuafa yang telah dikumpulkan dari berbagai donatur. Total dana yang berhasil dihimpun dalam acara ini mencapai Rp 36.694.000,-. Dana tersebut disalurkan kepada mereka yang berhak menerima, sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang dari masyarakat Desa Sambung.

Setelah prosesi santunan selesai, para hadirin bersama-sama melaksanakan buka puasa bersama yang telah disediakan oleh panitia. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan nilai-nilai Islam yang penuh dengan kasih sayang dan kebersamaan.


Acara kemudian diakhiri dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh K. Ainur Rofiq. Dalam pesannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan baik seperti ini dapat terus dikembangkan untuk melengkapi berbagai kebaikan yang ada di bulan Ramadhan tahun ini.

Peringatan Nuzulul Qur'an ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati turunnya Al-Qur’an, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian sosial masyarakat terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama.

 

Baca selengkapnya ...

06 March 2025

Pemdes Sambung dan NU sebanom sambut dan isi Ramadhan 1446 dengan berbagai Kegiatan

 

Dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan 2025, Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, mengadakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Sambung bersinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU) beserta seluruh badan otonomnya (Banom).Adapun kegiatan rapat koordinasi dilaksanakan di Balai Desa yang dihadiri oleh beberapa unsur mulai dari Pemdes , BPD, Pengurus NU, Muslimat, Ansor, Fatayar, UPZIS, IPNU dan IPPNU. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas ibadah masyarakat selama bulan Ramadhan.


Diantara kegiatan yang dicanangkan adalah Ziarah Massal bersama dan Safari Ramadhan

1.      Ziarah Massal di Maqbaroh Muslim Desa Sambung

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, pada Kamis, 27 Februari 2025, diadakan ziarah massal di Maqbaroh Muslim Desa Sambung. Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini menghadirkan KH. Zainuri Ahmad  dari Kudus sebagai penceramah utama. Ziarah kubur merupakan tradisi yang memiliki nilai penting dalam masyarakat Muslim Indonesia, berfungsi sebagai pengingat akan kehidupan akhirat dan penghormatan kepada para leluhur.


Kegiatan ini diikuti oleh warga desa dengan khidmat, diisi dengan doa bersama dan tausiyah yang menekankan pentingnya mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.

Meskipun cuaca hujan lebat, namun panitia tetap komitmen melaksanakan kegiatan tersebut, Antusiasme masyarakat untuk hadir mengikuti kegiatan tersebut pun tidak kendor dengan redanya hujan, mereka juga berbondong-bondong berangkat ke acara tersebut

2.      Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling

Selama bulan Ramadhan, kegiatan dilanjutkan dengan program Safari Ramadhan berupa tarawih keliling di setiap Rukun Warga (RW) di Desa Sambung. Program ini menghadirkan penceramah seperti KH. Idham Kholid dari Demak , KH. Muhammad Syafi’I dari Grobogan dan KH. Mudzakir dari Demak. Tujuan dari tarawih keliling ini adalah untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah. Setiap malam,Ahad sesuai jadual yang telah disusun warga berkumpul di masjid atau mushola yang berbeda di tiap RW untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah dan mendengarkan tausiyah yang memberikan pencerahan serta motivasi dalam meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadhan.



Keterlibatan aktif NU beserta Banom dan Pemerintah Desa Sambung dalam penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara organisasi keagamaan dan pemerintah desa dalam membina kehidupan beragama masyarakat. Diharapkan, melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat Desa Sambung dapat menjalani bulan suci Ramadhan dengan penuh keberkahan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Baca selengkapnya ...

Naskah Sungkeman saat wisuda perpisahan atau muwadaah

 

Sungkeman

(dilafadzkan oleh santri/anak atau yang berperan sebagai santri/anak)

·        Kepada wisudawan : silakan kalian genggam erat tangan orang tua kalian , dan bersimpuhah kalian dengan penuh sayang

·        Kepada orang tua wali santri  wisudawan, boleh mengelus dan mendekap Anandanya tercinta

 


Ibu ayah…

hari ini kami bersimpuh di hadapanmu, untuk mengucapkan terimakasih terdalam kami kepadamu. Ucapan terimakasih yang sejatinya tidak akan cukup diungkapkan dengan kata-kata

·        terima kasih ibu telah melahirkan kami, terima kasih ayah yang telah susah payah membesarkan dan mendidik kami. Sungguh dengan cara apapun, tak akan sanggup kami membalas jasa-jasamu

 

·        maafkan ibu ayah yang sering kali kami merepotkanmu,maafkan kami, yang sering membuat kalian cemas, bahkan meneteskan air mata

 

·        kami bersyukur memiliki kalian. Ayah, ibu, perjuangan kami masih panjang, doakan kami agar diberi keistiqomahan, doakan kami agar menjadi anak-anak yang sholih-sholihah.

kami mencintaimu ayah, kami menyayangimu ibu,  Cinta kami karena Allah SWT

 

o   silakan peluk erat ibu kalian , peluk erat Ananda tersayang

hanya doa yang bisa kami panjatkatkan untukmu ibu, untukmu ayah, agar kalian senantiasa sehatbpanjang umur, panjang uur dalam keberkahan, agar senantiasa membesamaiku.

 

robbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shoghiro

 

hadirin yang kami hormati, inilah para wisudawan, mari kita doakan bersama, semoga menjadi anak yang berbakti, anak yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa


Jawaban Sungkeman

(dilafadzkan oleh orang tua atau yang berperan sebagai orang tua)

Anakku...

·        Ibu dan bapak  telah iklhlas , apapun pengornbanan ibu dan bapakmu , baik  tenaga,pikiran, perasaan, harta dan bahkan nyawa kami, untuk melahirkan ,merawatmu dan mendidikmu

 

Anakku

·        Kerepotanku,kekhawatiranku, kecemasanku, dan bahkan tetesan air mataku tiada lain bentuk kasih dan sayangku padamu. Semua karena ingin agar kalian menjadi anak yang baik, yang sholih dan sholihah, menjadi kebanggaan ibu bapak

·        Doa kami ibu dan bapak selalu kami panjatkan , sehabis sholat, dan di enghujung malam semoga kalian menjadi penerus kami , ibu bapak untuk sujud kepada Allah, anak yang akan mendoakan ibu dan bapak setiap saat selagi iibu dan bapak masih hidup, dan bahkan kami berdua telah tiada nanti.

رَبَّÙ†َا Ù‡َبْ Ù„َÙ†َا Ù…ِÙ†ْ Ø£َزْÙˆَاجِÙ†َا ÙˆَØ°ُرِّÙŠَّاتِÙ†َا Ù‚ُرَّØ©َ Ø£َعْÙŠُÙ†ٍ ÙˆَاجْعَÙ„ْÙ†َا Ù„ِÙ„ْÙ…ُتَّÙ‚ِينَ Ø¥ِÙ…َامًا

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.”


Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com